Memaafkan adalah suatu perbuatan yang susah2 gampang untuk dilakukan.
1 bulan yang lalu, saya telah dikecewakan oleh seseorang. Mungkin bagi orang tersebut hanya kesalahpahaman, tetapi bagi saya, ini hal terbodoh yang pernah saya lakukan.
Terkadang lucu, dah tahu kita disakiti, tapi kadang masih baik terhadap orang tersebut. Dalam hati jengkel luar biasa. Ada suatu pertanyaan yang dia lontarkan kepada saya “ Apakah kamu masih mau untuk menjadi teman saya? Karena kamu teman yang baik. Ya dengan keadaan ini saya sudah tau resikonya akan kehilangan kamu.”
Dalam hati: “enak saja, dah nyakitin, masih mau ngajak temenan”. Dan saya pun terdiam, bimbang, bingung. Apakah dengan keadaan ini saya masih bisa bertahan, apakah akan percaya lagi dengan yang namanya cinta?”
Kemudian, seperti diingatkan oleh kotbah pastur, “kita harus bisa memaafkan, dan mendoakan musuh kita. Memang semua butuh waktu, tapi berusahalah untuk mencobanya. Dan ingat masih banyak teman2 kamu yang menyayangi kamu, kamu tidak sendirian, Tuhan akan selalu ada di sampingmu.”
Kemudian pada saat liburan paskah, saya membaca novel, yang isinya banyak sekali pesan rohani yang membuat saya menjadi lebih kuat.
“Tuhan memberikan kita penderitaan, supaya kita bisa kuat untuk menghadapi hidup yang sangat keras. Dengan penderitaan, kalian baru dapat mengecap kesuksesan, kemakmuran dan semua hasil yang baik. Dan itu semua akan tercapai dengan melewati dengan adanya penderitaan.”
Semoga teman-teman yang hadir disini pun bisa belajar untuk memaafkan dengan tulus dan hati pun serasa akan damai.
Rabu, April 07, 2010 6:10:00 PM
well, evry temptation is an opportunity to get nearer to God.. i think it's taste of our life, sist.